LAGA pertandingan antara Barcelona dan Manchester United beberapa minggu lalu banyak menyorot perhatian pencinta sepak bola di Tanah Air. Man of the match dalam pertandingan tersebut, Lionel Messi, langsung menjadi bahan pembicaraan di mana-mana.
Media internet dan beberapa artikel bercerita mengenai sepak terjang Messi. Saya sendiri menerima lebih dari dua kali broadcast message dari BlackBerry mengenai kisah hidup perjuangan seorang Messi hingga menjadi seorang pemain bintang sepak bola. Sosok pria berusia 23 tahun ini dibesarkan di Argentina dan dia memiliki kelainan hormon yang mengakibatkan tubuhnya tidak dapat bertumbuh layaknya anak-anak lain pada umumnya.
Saat sekolah, dia pun pernah ditolak pelatihnya untuk bermain karena dianggap badannya yang terlalu kecil untuk seorang pemain sepak bola. Kondisi keuangan keluarga yang juga tidak memungkinkan, membuat keluarga tidak mampu membiayai pengobatan Messi. Sampai suatu ketika, Messi didaftarkan untuk mengikuti uji coba di Barcelona pada usia 12 tahun.
Akhirnya kesempatan itu datang, dia diterima masuk tim U-14 dan semua biaya perawatannya dijamin. Perjalanan yang sulit di masa lalu tidak berarti masa depan kita juga akan sulit. Apa yang kita alami saat ini bukan berarti besok akan sama. Ada yang pernah mengatakan kepada saya: setiap orang memiliki masalahnya sendiri-sendiri, tapi yang menentukan adalah dirinya sendiri apakah mau keluar dari belenggu permasalahan atau justru diam diri dan meratapi nasibnya.
Seorang Messi memilih untuk tidak diam dan merenungkan betapa malang hidupnya. Dia justru bangkit dan terus mencoba. Apa yang orang lain katakan terhadap dirinya tidak menyurutkan tekadnya untuk meraih apa yang diimpikannya.
Jadilah Tuli
Dalam buku pertama saya "Think and Act like A Winner" dan di beberapa kesempatan seminar dan pelatihan, saya mencoba berbagi dengan mengatakan terkadang kita harus menjadi pribadi yang tuli. Jika kerap mendengar kata-kata yang justru melemahkan mental dan motivasi kita, kita harus bisa menutup telinga kita untuk hal tersebut.
Seorang anak jika Anda mendidiknya dengan terus menerus melontarkan katakata yang melemahkan semangatnya seperti "Kamu bodoh, kamu tidak bisa, masa depan susah kalau seperti ini," maka jika sang anak menerima itu semua dan mengamini apa yang dikatakan kepada dirinya, maka mentalnya akan menyerupai apa yang orang lain katakan.
Bukan berarti kita menjadi sombong dan tidak mau mendengar masukan orang lain, akan tetapi cobalah mencerna apakah yang dikatakan adalah sebuah masukan yang mampu membangkitkan Anda menjadi lebih baik atau justru melemahkan dan menjatuhkan Anda.
Mark Twain pernah berkata "Keep away from people who try to belittle your ambitions. Small people always do that, but the really great make you feel that you, too, can become great". Menjauhlah dari orang-orang yang mencoba mengecilkan ambisi Anda. Orang yang mentalitasnya kerdil akan selalu melakukan hal tersebut, tetapi mentalitas yang luar biasa akan membuat Anda merasakan bahwa Anda juga bisa menjadi luar biasa.
Simak di sekeliling Anda, lingkungan Anda, rekan-rekan Anda,mereka semua memiliki pengaruh yang besar dalam hidup Anda baik secara langsung maupun tidak langsung. Anda memiliki keputusan untuk mengambil kontrol dalam hidup Anda atau justru membiarkan dunia mengatur Anda.
Jadilah Hebat dan Rendah Hati
Kompetensi dan karakter adalah dua elemen yang membuat seseorang mampu meraih yang terbaik di bidangnya. Sosok Messi banyak yang mengagumi kepiawaiannya dalam membawa bola, dan dari beberapa komentar orang di dunia maya, banyak pula yang terkesan dengan cara hidupnya yang sangat rendah hati. Karakternya dan kepribadian yang ia tampilkan begitu terkesan di mata banyak orang.
Memiliki kompetensi dan keahlian di bidang tertentu saja tidak cukup, seseorang perlu dibekali dengan karakter yang positif. Pintar saja tidak cukup, kita butuh orang yang jujur, dedikasi tinggi, dan kepribadian dan mentalitas positif. Bangsa kita tidak cukup memiliki orang pintar, tapi membutuhkan sosok yang berkarakter yang baik pula.
Begitu pula sebaliknya, mengandalkan karakter yang baik saja belumlah mampu membuat seseorang menjadi terbaik di bidangnya. Mereka juga perlu mengasah diri agar mampu bersaing dengan yang lain. Apa pun peran kita saat ini, kita semua bisa menjadi yang terbaik.(Muk Kuang - Professional Trainer, Speaker Author – Amazing Life, Think and Act Like A Winner)


0 komentar:
Poskan Komentar